UNSUR KEBAHASAAN TEKS DESKRIPSI

Tahukah kamu unsur kebahasaan yang terdapat dalam teks deskripsi? Materi kali ini membahas tentang unsur kebahasaan tersebut. Perhatikan bagan berikut:

 

Gambar 7. Bagan unsur kebahasaan
Sumber gambar: Pustekkom Kemendikbud 2017

 

 

Kata depan di berfungsi sebagai kata depan jika diikuti dengan kata keterangantempat, arah, posisi/ letak. Sebagai kata depan di ditulis terpisah dengan katayang mengikutinya (di pantai, di belakang, di atas, di bagian barat, di samping). Sebagai awalan, imbuhan di ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Dalam hal ini di berfungsi sebagai imbuhan pada kata kerja pasif.

Penulisan di sebagai kata depan harus ditulis terpisah dengan kata yang mengikutinya. Biasanya di sebagai kata depan merupakan penentu tempat dan merupakan jawaban dari pertanyaan, "Di mana?"
Misalnya: di rumah, di kantor, di jalan, di gudang, di pantai dan lain-lain.

Penulisan di sebagai awalan harus ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Misalnya: dibaca, diminum, diangkat, ditonton dan lain-lain.

 

 

Teks deskripsi berisi kalimat yang seolah-olah dapat dilihat, didengar, dan dirasakan.


Contoh penglihatan:
Di sebelah kiri, terlihat tebing yang sangat tinggi, di sebelah kanan, kita bisa melihat batu karang besar yang seolah-olah siap menjaga gempuran ombak yang datang setiap saat.


Contoh pendengaran:
Debur ombak pantai terdengar berirama.


Contoh perasaan:
Rasa hangat berbaur dengan lembutnya hembusan angin sore, melingkupi seluruh tubuh.

 

Majas atau gaya bahasa yaitu pemanfaatan kekayaan bahasa, pemakaian ragam tertentu untuk memperoleh efek-efek tertentu.Majas adalah sebuah istilah dalam bahasa indonesia untuk gaya bahasa yang membentuk sebuah kalimat yang bertujuan untuk memberikan kesan dan maksud tersirat dalam kalimat tersebut.

Penggunaan majas teks deskripsi ialah majas asosiasi (menggunakan kata seperti) dan majas personifikasi (memberi sifat manusia pada benda).

1. Majas Asosiasi

Majas asosiasi termasuk dalam kategori majas perbandingan. Majas asosiasi sendiri adalah perbandingan dua hal yang pada hakikatnya berbeda, tetapi sengaja dianggap sama. Majas ini ditandai oleh penggunaan kata bagai, bagaikan, seumpama, seperti, dan laksana.

 

Contoh:

·         Tatapanmu seperti macan asia.

·         Langkah kakimu seumpama gajah berlari.

·         Wajahmu laksana sinar mentari.

2. Majas Personifikasi

Majas personifikasi adalah majas yang melekatkan sifat-sifat insani (manusiawi) pada suatu benda mati sehingga seolah-olah memiliki sifat seperti benda hidup. Ciri majas ini adalah terdapatnya pilihan kata yang mengenakan sifat manusia pada benda mati tersebut. Majas personifikasi memiliki gaya bahasa perbandingan, yaitu mengibaratkan benda mati atau tidak dapat bergerak seolah-olah tampak bernyawa dan dapat berperilaku seperti manusia. Oleh sebab itu, majas ini dikategorikan juga sebagai majas perbandingan. Majas personifikasi berfungsi untuk memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai situasi yang dilukiskan dan memberikan bayangan angan (citraan) yang konkret.

 

Contoh:

·         Padi menunduk mengucapkan selamat pagi.

·         Di malam itu, Bulan mengintip dibalik awan.

·         Ranting-ranting ikut menari mengikuti alunan gendang. 

 

Imbuhan me- jika bertemu dengan beberapa kata, huruf pertama pada kata tersebut akan lebur.

 

Contoh:

·         mengaca - = me- + kaca

·         menulis - = me- + tulis

·         menyapu - = me- + sapu

·         memaku - = me- + paku

Dapat dilihat dari keempat kata tersebut bahwa huruf k pada kata kaca, huruf t pada kata tulis, huruf s pada kata sapu, dan huruf p pada kata paku menjadi lebur/hilang jika keempat kata tersebut diberikan imbuhan me-.

Imbuhan me- akan meleburkan huruf pertama pada kata berimbuhan me- dengan beberapa syarat, yaitu kata tersebut harus:

Kata dasar diawali dengan huruf K, T, S, atau P, lebih dari satu suku kata, diawali dengan suku kata yang terdiri atas KV, bukan KK (huruf pertama berupa konsonan, huruf kedua berupa vokal). Ketiga syarat tersebutlah yang menentukan apakah huruf pertama pada kata yang diberi imbuhan me- menjadi lebur atau tidak.

Sumber: https://sumber.belajar.kemdikbud.go.id 

Komentar

  1. Mohon diberi komentar lalu buatlah 1 sampai 3 kalimat yang mengandung unsur-unsur kebahasaan teks deskripsi ya!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maksud saya buat kalimat sendiri-sendiri yaa, jangan mengambil kalimat atau contoh pada materi ya gaes! Tema bebas aja yang penting sesuai materi yang Bapak sampaikan, kuy gaskeun!

      Hapus
    2. Apabila ada yang ingin ditanyakan bisa japri Bapak via WA ya gaes!

      Hapus
  2. Penulis di sebagian kata depan harus di tulis terpisah dengan kata yg mengikuti biasanya di sebagian kata depan merupakan penentuan tempat dan merupakan jawaban dari pertanya an misal nya dimana?
    Di rumah ,di kantor,di jalan,di gudang dll

    BalasHapus
  3. Balasan
    1. Lain waktu mungkin akan dibuatkan google class room yaa, untuk sementara Bapak melihat antusias dan kesanggupan dari teman-teman dulu

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

BAYANGANMU