SEORANG PEMIMPIN DAN IMPLEMENTASINYA
Hakikat
Sanusi menuturkan bahwa kepemimpinan adalah keseluruhan tindakan guna mempengaruhi serta menggiatkan orang dalam usaha bersama untuk mencapai tujuan, atau dengan definisi yang lebih lengkap dapat dikatakan bahwa kepemimpinan adalah proses pemberian jalan yang mudah dari pada pekerjaan orang lain yang terorganisir dalam organisasi formal guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan (2009:19).
Senada dengan pendapat di atas, dalam KBBI kepemimpinan berasal dari kata “pimpin” yang mendapat awalan “me” menjadi “memimpin” yang artinya menunjukkan jalan dan membimbing. Kata-kata memimpin artinya sebagai aktivitas, sedangkan yang melakukannya dinamakan “pemimpin” . Menurut bahasa Inggris, kepemimpinan adalah leadership (1995:769).
Dengan demikian, dapat ditarik kesimpulan bahwa perbedaan antara pemimpin dan kepemimpinan adalah jika pemimpin lebih ke seseorang yang melakukan, sedangkan kepemimpinan adalah sikap, perbuatannya dalam memimpin. Pemimpin lebih kepada seseorang yang memiliki kemampuan untuk mempengaruhi individu atau sekelompok orang lain untuk bekerjasama. Sedangkan Kepemimpinan bisa diartikan sebagai bentuk interaksi antara seseorang dengan suatu kelompok, cara bersikapnya terhadap kelompok itu, dan interaksi dalam mempengaruhinya.
Niat
Menjadi sosok pemimpin tentunya memerlukan kesungguhan dan keseriusan hati dalam implementasinya. Perwujudan tersebut didefinisikan sebagai niat. Kesanggupan hati untuk menjadi seorang leader perlu dimantapkan lagi karena niat tersebut adalah dasar dari setiap tindakan, pemikiran-pemikiran yang visioner untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.
Komitmen
Komitmen berarti keterikatan untuk melakukan sesuatu. Dalam hal ini, sesuatu tersebut adalah ketika pemimpin sedang membimbing keseluruhan tindakan guna mempengaruhi, serta menggiatkan orang dalam usaha bersama untuk mencapai tujuan. Pemimpin harus memiliki komitmen tersebut agar mempunyai rasa tanggung jawab atas apa yang jadi tanggungannya.
Pengembangan Diri
Rasa untuk mengembangkan diri sendiri perlu ditampakkan bagi sosok seorang pemimpin. Sifat leadership sendiri cenderung selalu ingin berkembang dari karakter yang selama ini diperlihatkan. Perasaan yang ingin selalu berkembang ini perlu dinampakkan kepada suatu kelompok yang dinaungi seorang pemimpin untuk kemudian diberikan hasil nyata dalam pengembangan diri tersebut.
Inovasi
Pembaruan-pembaruan dari sosok pemimpin bersifat wajib untuk dilakukan. Aspek tersebut dirasa perlu dilakukan karena seorang pemimpin yang notabene membimbing dan menaungi suatu kelompok, sudah dianggap sebagai panutan dalam berbagai hal termasuk sisi pembaruan. Jadi, bisa dikatakan bahwa pemimpin berperan sebagai pihak penentu dalam proses upgrade diri sendiri ketika sedang di dalam suatu komunitas.
Produktivitas
Pemimpin selain wajib berinovasi, hal lain yang perlu ditekankan adalah selalu produktif, yaitu sikap untuk menunjukkan kepada komunitasnya bahwa ia bisa menghasilkan sesuatu. Lewat cara ini, pemimpin bisa menampakkan hasil olah pikiran atau kerja kerasnya melalui suatu karya atau output yang telah diselesaikan.
Kemaslahatan
Maslahat bermakna mendatangkan suatu kebaikan atau manfaat tertentu. Harapan untuk kedepannya, sosok pemimpin di sini bisa bermanfaat bagi orang banyak, baik itu komunitas yang dimilikinya atau pihak-pihak yang terkena impact secara tidak langsung. Figur seorang pemimpin haruslah melekat sebagai pihak yang santun, baik, serta mempunyai tujuan jelas tentang apa yang ingin dicapai. Kebermanfaatan bagi sesama harus selalu hidup dalam kepentingan bersama.
Sumber:
https://www.onoini.com/pengertian-pemimpin
Komentar
Posting Komentar